Cerita Sex Memperkosa Kasir Hingga Tak Berdaya

itil foundation foundation service

Cerita Seksi - Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Panas, Cerita ABG, Cerita Tante-tante, Cerita Seks Bergambar. || Cerita Sex Memperkosa Kasir Hingga Tak Berdaya.

Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Sex Memperkosa Kasir Hingga Tak Berdaya".

Deasy yang masih berumur 24 tahun tidak menyadari bahayanya bekerja sebagai kasir di sebuah toko serba ada di Jakarta. Dengan semangat dan keinginan untuk mandiri membuat dirinya tidak mempedulikan nasehat orang tuanya yang merasa risau melihat putriya sering mendapat giliran jaga dari malam hingga pagi. Deasy lebih memilih bekerja pada shift tersebut, karena dari saat tengah malam sampai pagi, jarang sekali ada pembeli, sehingga Deasy bisa belajar untuk kuliahnya siang nanti.


Sampai akhirnya pada suatu malam, Deasy mendapati dirinya ditodong oleh sepucuk pistol tepat di depan matanya. Yang berambut Kribo , dan yang satu lagi berKriting tebal. Mereka berdua, menerobos masuk membuat Deasy yang sedang berkonsentrasi pada bukunya terkejut.

“Keluarin uangnya!” perintah si Kribo , sementara si Kriting memutuskan semua kabel video dan telepon yang ada di toko itu. Tangan Deasy gemetar berusaha membuka laci kasir yang ada di depannya, saking takutnya kunci itu sampai terjatuh beberapa kali. Setelah beberapa saat, Deasy berhasil membuka laci itu dan memerikan semua uang yang ada di dalamnya, sebanyak 100 ribu kepada si Kribo , Deasy tidak diperkenankan menyimpan uang lebih dari 100 ribu di laci tersebut.

Karena itu setiap kelebihannya langsung dimasukan ke lemari besi. Setelah si Kribo merampas uang itu, Deasy langsung mundur ke belakang, ia sangat ketakutan kakinya lemas, hampir jatuh.

“Masa cuma segini?!” bentak si Kribo .

“Buka lemari besinya! Sekarang!” Mereka berdua menggiring Deasy masuk ke kantor manajernya dan mendorongnya hingga jatuh berlutut di hadapan lemari besi. Deasy mulai menangis, ia tidak tahu nomor kombinasi lemari besi itu, ia hanya menyelipkan uang masuk ke dalam lemari besi melalui celah pintunya.

“Cepat!” bentak si Kriting , Deasy merasakan pistol menempel di belakang kepalanya. Deasy berusaha untuk menjelaskan kalau ia tidak mengetahui nomor lemari besi itu. Untunglah, melihat mata Deasy yang ketakutan, mereka berdua percaya. “Brengsek! Nggak sebanding sama resikonya! Iket dia, biar dia nggak bisa manggil polisi!” Deasy di dudukkan di kursi manajernya dengan tangan diikat ke belakang. Kemudian kedua kaki Deasy juga diikat ke kaki kursi yang ia duduki. si Kriting kemudian mengambil plester dan menempelkannya ke mulut Deasy .

“Beres! Ayo cabut!”

“Tunggu! Tunggu dulu cing! Liat dia, dia boleh juga ya?!”.

“Cepetan! Ntar ada yang tau! Kita cuma dapet 100 ribu, cepetan!”.

“Gue pengen liat bentar aja!”.
Mata Deasy terbelalak ketika si Kribo mendekat dan menarik t-shirt merah muda yang ia kenakan. Dengan satu tarikan keras, t-shirt itu robek membuat BH-nya terlihat. Payudara Deasy yang berukuran sedang, bergoyang-goyang karena Deasy meronta-ronta dalam ikatannya.

“Wow, oke banget!” si Kribo berseru kagum.

“Oke, sekarang kita pergi!” ajak si Kriting , tidak begitu tertarik pada Deasy karena sibuk mengawasi keadaan depan toko.

Tapi si Kribo tidak peduli, ia sekarang meraba-raba puting susu Deasy lewat BH-nya, setelah itu ia memasukkan jarinya ke belahan payudara Deasy . Dan tiba-tiba, dengan satu tarikan BH Deasy ditariknya, tubuh Deasy ikut tertarik ke depan, tapi akhirnya tali BH Deasy terputus dan sekarang payudara Deasy bergoyang bebas tanpa ditutupi selembar benangpun.

“Jangan!” teriak Deasy . Tapi yang tedengar cuma suara gumaman. Terasa oleh Deasy mulut si Kribo menghisapi puting susunya pertama yang kiri lalu sekarang pindah ke kanan. Kemudian Deasy menjerit ketika si Kribo mengigit puting susunya.

“Diem! Jangan berisik!” si Kribo menampar Deasy , hingga berkunang-kunang. Deasy hanya bisa menangis.

“Gue bilang diem!”, sembari berkata itu si Kribo menampar buah dada Deasy , sampai sebuah cap tangan berwarna merah terbentuk di payudara kiri Deasy . Kemudian si Kribo bergeser dan menampar uang sebelah kanan. Deasy terus menjerit-jerit dengan mulut diplester, sementara si Kribo terus memukuli buah dada Deasy sampai akhirnya bulatan buah dada Deasy berwarna merah.

“Ayo, cepetan cing!”, si Kriting menarik tangan si Kribo .

“Kita musti cepet minggat dari sini!” Deasy bersyukur ketika melihat si Kribo diseret keluar ruangan oleh si Kriting . Payudaranya terasa sangat sakit, tapi Deasy bersyukur ia masih hidup. Melihat sekelilingnya, Deasy berusaha menemukan sesuatu untuk membebaskan dirinya. Di meja ada gunting, tapi ia tidak bisa bergerak sama sekali.

“Hey, Rio ! Tokonya kosong!”.

“Masa, cepetan ambil permen!”.

“Goblok lo, ambil bir tolol!”.

Tubuh Deasy menegang, mendengar suara beberapa anak-anak di bagian depan toko. Dari suaranya ia mengetahui bahwa itu adalah anak-anak berandal yang ada di lingkungan itu. Mereka baru berusia sekitar 12 sampai 15 tahun. Deasy mengeluarkan suara minta tolong.

“sstt! Lo denger nggak?!”.

“Cepet kembaliin semua!”.

“Lari, lari! Kita ketauan!”.

Tiba-tiba salah seorang dari mereka menjengukkan kepalanya ke dalam kantor manajer. Ia terperangah melihat Deasy , terikat di kursi, dengan t-shirt robek membuat buah dadanya mengacung ke arahnya.

 “Buset!” berandal itu tampak terkejut sekali, tapi sesaat kemudian ia menyeringai.

“Hei, liat nih! Ada kejutan!”

Deasy berusaha menjelaskan pada mereka, menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia berusaha menjelaskan bahwa dirinya baru saja dirampok. Ia berusaha minta tolong agar mereka memanggil polisi. Ia berusaha memohon agar mereka melepaskan dirinya dan menutupi dadanya. Tapi yang keluar hanya suara gumanan karena mulutnya masih tertutup plester. Satu demi satu berandalan itu masuk ke dalam kantor. Satu, kemudian dua, lalu tiga. Empat. Lima! Lima wajah-wajah dengan senyum menyeringai sekarang mengamati tubuh Deasy , yang terus meronta-ronta berusaha menutupi tubuhnya dari pandangan mereka. Berandalan, yang berumur sekitar 15 tahun itu terkagum-kagum dengan penemuan mereka.

“Gila! Cewek nih!”.

“Dia telanjang!”.

“Tu liat susunya! susu!”.

“Mana, mana gue pengen liat!”.

“Gue pengen pegang!”.

“Pasti alus tuh!”.

“Bawahnya kayak apa ya?!”.
Mereka semua berkomentar bersamaan, kegirangan menemukan Deasy yang sudah terikat erat. Kelima berandal itu maju dan merubung Deasy , tangan-tangan meraih tubuh Deasy . Deasy tidak tahu lagi, milik siapa tanga-tangan tersebut, semuanya berebutan mengelus pinggangnya, meremas buah dadanya, menjambak rambutnya, seseorang menjepit dan menarik-narik puting susunya. Kemudian, salah satu dari mereka menjilati pipinya dan memasukan ujung lidahnya ke lubang telinga Deasy .

“Ayo, kita lepasin dia dari kursi!” Mereka melepaskan ikatan pada kaki Deasy , tapi dengan tangan masih terikat di belakang, sambil terus meraba dan meremas tubuh Deasy . Melihat ruangan kantor itu terlalu kecil mereka menyeret Deasy keluar menuju bagian depan toko. Deasy meronta-ronta ketika merasa ada yang berusaha melepaskan kancing jeansnya. Mereka menarik-narik jeans Deasy sampai akhirnya turun sampai ke lutut.

Deasy terus meronta-ronta, dan akhirnya mereka berenam jatuh tersungkur ke lantai. Sebelum Deasy sempat membalikkan badannya, tiba-tiba terdengar suara lecutan, dan sesaat kemudian Deasy merasakan sakit yang amat sangat di pantatnya. Deasy melihat salah seorang berandal tadi memegang sebuah ikat pinggang kulit dan bersiap-siap mengayunkannya lagi ke pantatnya!

“Bangun! Bangun!” ia berteriak, kemudian mengayunkan lagi ikat pinggangnya. Sebuah garis merah timbul di pantat Deasy . Deasy berusaha berguling melindungi pantatnya yang terasa sakit sekali. Tapi berandal tadi tidak peduli, ia kembali mengayunkan ikat pinggang tadi yang sekarang menghajar perut Deasy .

“Bangun! naik ke sini!” berandal tadi menyapu barang-barang yang ada di atas meja layan hingga berjatuhan ke lantai. Deasy berusaha bangun tapi tidak berhasil. Lagi, sebuah pukulan menghajar buah dadanya. Deasy berguling dan berusaha berdiri dan berhasil berlutut dan berdiri. Berandal tadi memberikan ikat pinggang tadi kepada temannya. “Kalo dia gerak, pukul aja!”

Langsung saja Deasy mendapat pukulan di pantatnya. Berandal-berandal yang lain tertawa dan bersorak. Mereka lalu mendorong dan menarik tubuhnya, membuat ia bergerak-gerak sehingga mereka punya alasan lagi buat memukulnya. Berandal yang pertama tadi kembali dengan membawa segulung plester besar. Ia mendorong Deasy hingga berbaring telentang di atas meja. Pertama ia melepaskan tangan Deasy kemudian langsung mengikatnya dengan plester di sudut-sudut meja, tangan Deasy sekarang terikat erat dengan plester sampai ke kaki meja. Selanjutnya ia melepaskan sepatu, jeans dan celana dalam Deasy dan mengikatkan kaki-kaki Deasy ke kaki-kaki meja lainnya.

Sekarang Deasy berbaring telentang, telanjang bulat dengan tangan dan kaki terbuka lebar menyerupai huruf X.

“Waktu Pesta!” berandal tadi lalu menurunkan celana dan celana dalamnya. gairahsex.com Mata Deasy terbelalak melihat penisnya menggantung, setengah keras sepanjang 20 senti. Berandal tadi memegang pinggul Deasy dan menariknya hingga mendekati pinggir meja. Kemudian ia menggosok-gosok penisnya hingga berdiri mengacung tegang.

 “Waktunya masuk!” ia bersorak sementara teman-teman lainnya bersorak dan tertawa. Dengan satu dorongan keras, penisnya masuk ke vagina Deasy . Deasy melolong kesakitan. Air mata meleleh turun, sementara berandal tadi mulai bergerak keluar masuk. Temannya naik ke atas meja, menduduki dada Deasy , membuat Deasy sulit bernafas. Kemudian ia melepaskan celananya, mengeluarkan penisnya dari celana dalamnya. Plester di mulut Deasy ditariknya hingga lepas. Deasy berusaha berteriak, tapi mulutnya langsung dimasuki oleh penis berandal yang ada di atasnya. Langsung saja, penis tadi mengeras dan membesar bersamaan dengan keluar masuknya penis tadi di mulut Deasy .

Pandangan Deasy berkunang-kunang dan merasa akan pingsan, ketika tiba-tiba mulutnya dipenuhi cairan kental, yang terasa asin dan pahit. Semprotan demi semprotan masuk, tanpa bisa dimuntahkan oleh Deasy . Deasy terus menelan cairan tadi agar bisa terus mengambil nafas.

Berandal yang duduk di atas dada Deasy turun ketika kemudian, berandal yang sedang meperkosanya di pinggir meja bergerak makin cepat. Ia memukuli perut Deasy , membuat Deasy mengejang dan vaginanya berkontraksi menjepit penisnya. Ia kemudian memegang buah dada Deasy sambil terus bergerak makin cepat, ia mengerang-erang mendekati klimaks. Tangannya meremas dan menarik buah dada Deasy ketika tubuhnya bergetar dan sperma pun menyemprot keluar, terus-menerus mengalir masuk di vagina Deasy . Sementara itu berandal yang lainnya berdiri di samping meja dan melakukan masturbasi, ketika pimpinan mereka mencapai puncaknya mereka juga mengalami ejakulasi bersamaan. Sperma mereka menyemprot keluar dan jatuh di muka, rambut dan dada Deasy .

Deasy tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya, ketika tahu-tahu ia kembali sendirian di toko tadi, masih terikat erat di atas meja. Ia tersadar ketika menyadari dirinya terlihat jelas, jika ada orang lewat di depan tokonya. Deasy meronta-ronta membuat buah dadanya bergoyang-goyang. Ia menangis dan meronta berusaha melepaskan diri dari plester yang mengikatnya. Setelah beberapa lama mencoba Deasy berhasil melepaskan tangan kanannya. Kemudian ia melepaskan tangan kirinya, kaki kanannya. Tinggal satu lagi.

“Wah, wah, wah!” terdengar suara laki-laki di pintu depan. Deasy terkejut dan berusaha menutupi dada dan vaginanya dengan kedua tangannya.

“Tolong saya!” ratap Deasy .

“Tolong saya Pak! Toko saya dirampok, saya diikat dan diperkosa! Tolong saya Pak, panggilkan polisi!”

“Nama lu Deasy kan?” tanya laki-laki tadi.

“Bagaimana bapak tahu nama saya?” Deasy bingung dan takut.

“Gue Rio . Orang yang kerjaannya di toko ini lo rebut!”.

“Saya tidak merebut pekerjaan bapak. Saya tahu dari iklan di koran. Saya betul-betul tidak tahu pak! Tolong saya pak!”.

“Gara-gara lo ngelamar ke sini gue jadi dipecat! Gue nggak heran lo diterima kalo liat bodi lo”.

Deasy kembali merasa ketakutan melihat Rio , seseorang yang belum pernah dilihat dan dikenalnya tapi sudah membencinya. Deasy kembali berusaha melepaskan ikatan di kaki kirinya, membuat Raoy naik pitam. Ia menyambar tangan Deasy dan menekuknya ke belakang dan kembali diikatnya dengan plester, dan plester itu terus dilitkan sampai mengikat ke bahu, hingga Deasy betul-betul terikat erat. Ikatan itu membuat Deasy kesakitan, ia menggeliat dan buah dadanya semakin membusung keluar.

“Lepaskan! Sakit! aduuhh! Saya tidak memecat bapak! Kenapa saya diikat?”

“Gue tadinya mau ngerampok nih toko, cuma kayaknya gue udah keduluan. Jadi gue rusak aja deh nih toko”.Cerpen Sex

Ia kemudian melepaskan ikatan kaki Deasy sehingga sekarang Deasy duduk di pinggir meja dengan tangan terikat di belakang. Kemudian diikatnya lagi dengan plester.

Kemudian Rio mulai menghancurkan isi toko itu, etalase dipecahnya, rak-rak ditendang jatuh. Kemudian Rio mulai menghancurkan kotak pendingin es krim yang ada di kanan Deasy . Es krim beterbangan dilempar oleh Rio . Beberapa di antaranya mengenai tubuh Deasy , kemudian meleleh mengalir turun, melewati punggungnya masuk ke belahan pantatnya. Di depan, es tadi mengalir melalui belahan buah dadanya, turun ke perut dan mengalir ke vagina Deasy . Rasa dingin juga menempel di buah dada Deasy , membuat putingnya mengeras san mengacung. Ketika Rio selesai, tubuh Deasy bergetar kedinginan dan lengket karena es krim yang meleleh.

“Lo keliatan kedinginan!” ejek Rio sambil menyentil puting susu Deasy yang mengeras kaku.

“Gue musti kasih lo sesuatu yang anget.”

Rio kemudian mendekati wajan untuk mengoreng hot dog yang ada di tengah ruangan. Deasy melihat Rio mendekat membawa beberapa buah sosis yang berasap. “Jangaann!” Deasy berteriak ketika Rio membuka bibir vaginanya dan memasukan satu sosis ke dalam vaginanya yang terasa dingin karena es tadi. Kemudian ia memasukan sosis yang kedua, dan ketiga. Sosis yang keempat putus ketika akan dimasukan. Vagina Deasy sekarang diisi oleh tiga buah sosis yang masih berasap. Deasy menangis kesakitan kerena panas yang dirasakannya.

“Keliatannya nikmat!” Rio tertawa.

“Tapi gue lebih suka dengan mustard!” Ia mengambil botol mustard dan menekan botol itu. Cairan mustard keluar menyemprot ke vagina Deasy . Deasy menangis terus, melihat dirinya disiksa dengan cara yang tak terbayangkan olehnya.

Sambil tertawa Rio melanjutkan usahanya menghancurkan isi toko itu. Deasy berusaha melepaskan diri, tapi tak berhasil. Nafasnya tersengal-sengal, ia tidak kuat menahan semua ini. Tubuh Deasy bergerak lunglai jatuh.”

“Hei! Kalo kerja jangan tidur!” bentak Rio sambil menampar pipi Deasy .

“Lo tau nggak, daerah sini nggak aman jadi perlu ada alarm.”

Deasy meronta ketakutan melihat Rio memegang dua buah jepitan buaya. Jepitan itu bergigi tajam dan jepitannya keras sekali. Rio mendekatkan satu jepitan ke puting susu kanan Deasy , menekannya hingga terbuka dan melepaskannya hingga menutup kembali menjepit puting susu Deasy . Deasy menjerit dan melolong kesakitan, gigi jepitan tadi menancap ke puting susunya. Kemudian Rio juga menjepit puting susu yang ada di sebelah kiri. Air mata Deasy bercucuran di pipi.

 Kemudian Rio mengikatkan kawat halus di kedua jepitan tadi, mengulurnya dan kemudian mengikatnya ke pegangan pintu masuk. Ketika pintu itu didorong Rio hingga membuka keluar, Deasy merasa jepitan tadi tertarik oleh kawat, dan membuat buah dadanya tertarik dan ia menjerit kesakitan.

“Nah, udah jadi. Lo tau kan pintu depan ini bisa buka ke dalem ama keluar, tapi bisa juga disetel cuma bisa dibuka dengan cara ditarik bukan didorong. Jadi gue sekarang pergi dulu, terus nanti gue pasang biar pintu itu cuma bisa dibuka kalo ditarik. Nanti kalo ada orang dateng, pas dia dorong pintu kan nggak bisa, pasti dia coba buat narik tuh pintu, nah, pas narik itu alarmnya akan bunyi!”

“Jangan! saya mohoon! mohon! jangan! jangan! ampun!”

 Rio tidak peduli, ia keluar dan tidak lupa memasang kunci pada pintu itu hingga sekarang pintu tadi hanya bisa dibuka dengan ditarik. Deasy menangis ketakutan, puting susunya sudah hampir rata, dijepit. Ia meronta-ronta berusaha melepaskan ikatan. Tubuh Deasy berkeringat setelah berusaha melepaskan diri tanpa hasil. Lama kemudian terlihat sebuah bayangan di depan pintu, Deasy melihat ternyata bayangan itu milik gelandangan yang sering lewat dan meminta-minta. Gelandangan itu melihat tubuh Deasy , telanjang dengan buah dada mengacung.

Gelandang itu mendorong pintu masuk. Pintu itu tidak terbuka. Kemudian ia meraih pegangan pintu dan mulai menariknya.

Deasy berusaha menjerit “Jangan! jangan! jangan buka! jangaann!”, tapi gelandangan tadi tetap menarik pintu, yang kemudian menarik kawat dan menarik jepitan yang ada di puting susunya. Gigi-gigi yang sudah menancap di daging puting susunya tertarik, merobek puting susunya. Deasy menjerit keras sekali sebelum jatuh di atas meja. Pingsan.

Deasy tersadar dan menjerit. Sekarang ia berdiri di depan meja kasir. Tangannya terikat ke atas di rangka besi meja kasir. Sedangkan kakinya juga terikat terbuka lebar pada kaki-kaki meja kasir. Ia merasa kesakitan. Puting susunya sekarang berwarna ungu, dan menjadi sangat sensitif. Udara dingin saja membuat puting susunya mengacung tegang. Memar-memar menghiasi seluruh tubuhnya, mulai pinggang, dada dan pinggulnya. Deasy merasakan sepasang tangan berusaha membuka belahan pantatnya dari belakang. Sesuatu yang dingin dan keras berusaha masuk ke liang anusnya. Deasy menoleh ke belakang, dan ia melihat gelandangan tadi berlutut di belakangnya sedang memegang sebuah botol bir.

“Jangan, ampun! Lepaskan saya pak! Saya sudah diperkosa dan dipukuli! Saya tidak tahan lagi.”

“Tapi Mbak, pantat Mbak kan belon.” gelandangan itu berkata tidak jelas.

“Jangan!” Deasy meronta, ketika penis gelandangan tadi mulai berusaha masuk ke anusnya. Setelah beberapa kali usaha, gelandangan tadi menyadari penisnya tidak bisa masuk ke dalam anus Deasy . Lalu ia berlutut lagi, mengambil sebuah botol bir dari rak dan mulai mendorong dan memutar-mutarnya masuk ke liang anus Deasy .

Deasy menjerit-jerit dan meronta-ronta ketika leher botol bir tadi mulai masuk dengan keadaan masih mempunyai tutup botol yang berpinggiran tajam. Liang anus Deasy tersayat-sayat ketika gelandangan tadi memutar-mutar botol dengan harapan liang anus Deasy bisa membesar.

Setelah beberapa saat, gelandangan tadi mencabut botol tadi. Tutup botol bir itu sudah dilapisi darah dari dalam anus Deasy , tapi ia tidak peduli. Gelandang itu kembali berusaha memasukan penisnya ke dalam anus Deasy yang sekarang sudah membesar karena dimasuki botol bir. Gelandang tadi mulai bergerak kesenangan, sudah lama sekali ia tidak meniduri perempuan, ia bergerak cepat dan keras sehingga Deasy merasa dirinya akan terlepar ke depan setiap gelandangan tadi bergerak maju. Deasy terus menangis melihat dirinya disodomi oleh gelandangan yang mungkin membawa penyakit kelamin, tapi gelandangan tadi terus bergerak makin makin cepat, tangannya meremas buah dada Deasy , membuat Deasy menjerit karena puting susunya yang terluka ikut diremas dan dipilih-pilin. Akhirnya dengan satu erangan, gelandang tadi orgasme, dan Deasy merakan cairan hangat mengalir dalam anusnya, sampai gelandangan tadi jatuh terduduk lemas di belakang Deasy .

“Makasih ya Mbak! Saya puas sekali! Makasih.” gelandangan tadi melepaskan ikatan Deasy . Kemudian ia mendorong Deasy duduk dan kembali mengikat tangan Deasy ke belakang, kemudian mengikat kaki Deasy erat-erat. Kemudian tubuh Deasy didorongnya ke bawah meja kasir hingga tidak terlihat dari luar.

Sambi terus mengumam terima kasih gelandangan tadi berjalan sempoyongan sambil membawa beberapa botol bir keluar dari toko. Deasy terus menangis, merintih merasakan sperma gelandangan tadi mengalir keluar dari anusnya. Lama kemudian Deasy jatuh pingsan kelelahan dan shock. Ia baru tersadar ketika ditemukan oleh rekan kerjanya yang masuk pukul 6 pagi.

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.

itil performance management itil practitioner